LAPORAN OBSERVASI KE PERPUSTAKAAN
UMUM KOTA MEDAN
DOSEN PENGAMPU : EKA EVRIZA, M.
I. Kom
Oleh
ADE
REZEKI 61153014
ANNIDA FATHIN LUBIS 61154031
ATIKAH ADANI 61153016
DARMAYANTI 61153005
MIFTAHUL RIZKI 61154032
MUTIARA
WAHYUNI BETUTARA 61153007
NAILATUL
FAUZIAH 61153010

UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI
FAKULTAS
ILMU SOSIAL
ILMU
PERPUSTAKAAN
MEDAN
2017
DAFTAR ISI
DAFTAR
ISI................................................................................................. i
BAB
I
A. Pengantar..................................................................................... 1
B. Deskripsi
Konteks Project……………………………………... 2
C. Tujuan
Penelitian………………………………………………. 2
D.
Mekanisme dalam pengelolaan perpustakaan………………….. 2
E. Metode
Penelitian………………………………………………. 2
F. Rumusan
Masalah………………………………………………. 2
BAB
II
PELAYANAN
REFERENSI.............................................................. 6
A. Ruang
Referensi................................................................................... 7
B. Proses
Layanan Referensi..................................................................... 8
C. Petugas
Layanan
Referensi.................................................................. 9
D. Pra
pelayanan
Referensi....................................................................... 10
E. Pengadaan
Koleksi Referensi.............................................................. 12
F. Mengenal
Koleksi Referensi................................................................ 14
BAB
III
A. Deskripsi
Hasil............................................................................... 19
1.
Sejarah
perpustakaan kota Medan……………………………….. 19
2.
Visi
dan Misi perpustakaan kota Medan…………………………. 20
3.
Struktur organisasi
perpustakaan kota Medan…………………... 21
4.
Jumlah koleksi
yang ada diperpustakaan kota Medan…………… 21
5.
Koleksi yang
dimiliki perpustakaan kota Medan…………………. 22
6.
Surat kabar
yang dilanggan oleh perpustakaan kota Medan……… 24
7.
Cara pembuatan
kartu anggota perpustakaan kota Medan …….…. 26
8.
Syarat-syarat untuk meminjam bahan pustaka
di
Perpustakaan Umum Kota Medan…………………………….. 26
9.
OPAC (Online
Public Access Catalogue)………………………… 27
10.
Fasilitas yang
dimiliki perpustakaan kota Medan…………………. 27
11.
Wawancara Dengan Pengguna Perpustakaan Kota
Medan……….. 28
12.
Kelebihan
dan Kekuragan Perpustakaan Umum Kota Medan......... 28
B.
Nilai
Sosial, Budaya, dan Ekonomi Hasil........................................ 29
C.
Manfaat
Terhadap Pembangunan.................................................... 29
BAB IV
PENUTUP
1. Kesimpulan.................................................................................. 31
2. Saran……………………………………………………………. 32
LAMPIRAN
DAFTAR
PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Pengantar
Perpustakaan merupakan salah satu
pusat informasi, sumber ilmu pengetahuan, penelitian dan rekreasi. Sebuah
perpustakaan memiliki beberapa tugas pokok, yaitu: mengumpulkan berbagai jenis
informasi, melestarikan, memelihara, dan merawat informasi yang ada serta
menyediakan informasi untuk dimanfaatkan dan diberdayakan oleh penggunanya. Penyediaan
informasi di perpustakaan meliputi penyediaan bahan pustaka umum dan koleksi
referensi baik tercetak maupun non cetak. Pada hakikatnya setiap perpustakaan
memiliki tugas dan fungsi yang berbeda-beda, karena tanggapan yang berbeda-beda
tersebutlah maka tumbuhlah berbagai jenis perpustakaan salah satunya
perpustakaan umum dan keliling seperti perpustakaan umum kota Medan.
Perpustakaan kota Medan merupakan lembaga perpustakaan yang berada
dibawah dinas perpustakaan dan arsip kota Medan. Perpustakaan kota Medan
merupakan jenis perpustakaan umum yang berdirinya dilandasi oleh surat
keputusan walikota madya kepala daerah kotamadya Medan no. 839/1972 tanggal 27
desember 1972 tentang mendirikan pusat perpustakaan umum komadya Medan dengan
tujuan dan fungsi yang kompleks di bidang perpustakaan. Salah satu fungsinya
adalah sebagai lembaga yang memberikan pelayanan kepada masyarakat umum, masyarakat
pelajar, mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan dan sumber-sumber informasi ilmiah.
B.
Deskripsi Konteks Project
Perpustakaan Umum Kota medan yang beralamat di Jl. Iskandar
Muda No. 270 Medan-20112 adalah salah satu perpustakaan yang melayani berbagai
macam masayarakat mulai dari anak-nak sampai dewasa. Perpustakaan Umum Kota
Medan juga memberikan pelayanan baik dari layanan referensi maupun layanan
umum, layanan referensi untuk anak-anak dan layanan refrensi umum. Perpustakaan
Umum Kota Medan memiliki beberapa jenis koleksi yang biasa membantu masayarakat
untuk menemukan informasi.
C.
Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui mulai dari sejarah, visi dan misi perpustakaan kota Medan, koleksi,
fasilitas dan layanan perpustakaan kota Medan dan Penelitian ini juga bertujuan untuk
pembelajaran bagi mahasiswa Program Studi
Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Sumatera
Utara agar lebih memahami tentang proses apa saja yang terjadi di dalam
perpustakaan dan juga untuk memenuhi tugas perkuliahan “Sumber Rujukan Umum”.
D. Mekanisme dalam
pengelolaan perpustakaan
Kerja suatu
perpustakaan dimulai dari kegiatan pelayanan teknis yang meliputi kegiatan
pembinaan koleksi perpustakaan yang terbagi atas: pemilihan, pengadaan buku dan
inventarisasi buku. Syarat pemilihan buku
yang baik antara lain yaitu isi karangan berbobot, bahasa yang baik, cetakan
yang jelas, termasuk jenis koleksi yang lebih menarik minat baca. Tugas utama
suatu perpustakaan adalah membangun koleksi yang kuat demi kepentingan
pemakainya. Selain melakukan kegiatan pelayanan teknis, salah satu kegiatan utama
perpustakaan adalah peminjaman buku. Kegiatan peminjaman ini sering dikenal
dengan nama sirkulasi.
Maklumat dari
pelayanan Perpustakaan Umum Kota Medan yaitu “Kami berjanji akan memberikan
pelayanan yang terbaik bagi para pengunjung kami sesuai dengan standart
pelayanan yang telah ditetapkan kantor Perpustakaan Kota Medan, dan apabila
dalam memberikan pelayanan kami tidak sesuai dengan standar pelayanan kami,
kami bersedia menerima kritik, saran, dan pengaduan dalam rangka perbaikan
pelayanan kami.”
E.
Metode
Penelitian
Metode
penelitian yang peneliti gunakan disini yaitu dengan melakukan observasi dan
wawancara serta dokumentasi penelitian ini dilakukan dengan datang langsung ke
tempat penelitian.
F.
Rumusan masalah
1.
Bagaimana
sejarah perpustakaan kota Medan?
2.
Apa
visi dan misi perpustakaan kota Medan?
3.
Bagaimana
struktur organisasi perpustakaan kota Medan?
4.
Berapa
banyak koleksi yang dimiliki perpustakaan kota Medan?
5.
Apa
saja koleksi yang dimiliki perpustakaan kota Medan?
6.
Apakah
perpustakaan kota Medan melanggan surat kabar?
7.
Bagaimanakah
cara pembuatan kartu anggota perpustakaan kota Medan?
8.
Apakah syarat-syarat untuk meminjam bahan
pustaka di Perpustakaan Umum Kota Medan?
9.
Fasilitas
apa saja yang dimiliki perpustakaan kota Medan?
10.
Bagaimana
tanggapan pengunjung perpustakaan kota Medan terhadap koleksi yang dimiliki
perpustakaan umum kota Medan?
11.
Bagaimanakah
hasil wawancara dengan pengguna perpustakaan kota Medan?
12.
Bagaimankah
mekanisme pengelolaan di perpustakaan kota Medan?
BAB II
TEORI KONSEP
PELAYANAN REFERENSI
Menurut
Soejono Trimo, sebagaimana dikutip oleh sinaga pelayanan referensi adalah semua
kegiatan yang ditujukan mempersiapkan segala sarana (fisik dan nonfisik) untuk
mempermudah proses penelusuran informasi. selain itu, pelayanan ini juga untuk
membantu dan membimbing para pengguna perpustakaan dalam mencari informasi yang
dibutuhkan.
Sementara
dilihat dari sisi tujuannya, Marly Bloomberg menyatakan sebagaimana dikutip
oleh Lasa Hs, bahwa tujuan layanan referensi adalah untuk menjawab persoalan.
Untuk itulah, perlu dijelaskan penggunaan catalog manual maupun computer,
penggunaan sumber-sumber rujukan, sampai pada orientasi perpustakaan. Persoalan
yang dimaksud disini adalah dapat beberapa hal diantaranya penelitian, persoalan
umum uang terdapat pada topic khusus, penjelasan kepada pembaca, dan kesiagaan
koleksi referensi.
Selain
itu, secara spesifik, Marly juga mengemukakan bahwa jenis pelayanan referensi
memiliki beberapa tujuan yaitu:
1. Memilihkan
sumber rujukan umum yang lebih tepat untuk untuk menjawab pertanyaan dalam
bidang tertentu.
2. Memberikan
pengarahan kepada para pemakai untuk memperluas wawasan mereka mengenai subjek
maupun topic tertentu.
3. Mendayagunakan
sumber informasi maupun teknologi informasi yang tersedia,
4. Tercapainya
efisiensi tenaga, biaya, dan waktu.
Karena
dalam pelayanan referensi harus mampu memberikan pelayanan informasi secara
cepat dan tepat sehingga tercapainya efisiensi tenaga, biaya, dan waktu, maka
pustakawan yang bertugas dalam pelayanan ini setidak-tidaknya harus fmenguasai
beberapa hal, yaitu:
1. Pengetehuan
subjek ilmiah
2. Pengoperasian
teknologi informasi
3. Penggunaan
literature skunder
4. Kemampuan
mengidentifikasi kebutuhan pemakai
5. Kemampuan
komunikasi yang baik
6. Kemampuan
mempromosikan informasi ilmiah
7. Kemampuan
manajerial untuk menangani beberapa system informasi.[1]
Dari
pandangan penulis dari
hasil observasi pada perpustakaan Umum Kota Medan bahwa perpustakaan tersebut belum
menerapkan dari system diatas, karena di mulai dari loleksi referensi sendiri masih
kurang dan ruang tersendiri untuk layanan referensi juga tidak ada.
UUD
No 43 Tahun 2007 Tentang Standar Nasional Perpustakaan pada pasal 11
1. Standar
nasional perpustakaan terdiri atas:
a. standar
koleksi perpustakaan;
b. standar
sarana dan prasarana;
c. standar
pelayanan perpustakaan;
d. standar
tenaga perpustakaan;
e. standar
penyelenggaraan; dan
f. standar
pengelolaan.
2. Standar
nasional perpustakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan sebagai
acuan penyelenggaraan, penge lolaan, dan pengembangan perpustakaan.
3. Ketentuan
lebih lanjut mengenai standar nasional perpustakaan sebagaimana
dimaksud
pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.
A.
Ruang
Referensi
Sebelum
melaksanakan pelayanan referensi, perpustakaan perlu mempersiapkan ruang
referensi yang representative bagi sebuah perpustakaan universitas. Ruang
referensi perlu dilengkapi dengan buku-buku referensi yang telah diseleksi dan
diolah sehingga siap disajikan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, buku-buku
tersebut sebaiknya diatur dan ditata secara sistematis sehingga mudah dicari
dan ditemukan pada waktu yang dibutuhkan. Buku tesebut dapat ditata sebagai
berikut:
1. Kamus
dikumpulkan dan diberi tanda khusus Kamus (K) dikumpulkan dalamsuatu kelompok,
kemudian dipisahkan antara Kamus Umum (KU) dan Kamus Khusus (KK), Kamus Umum
diurutkan menurut abjad bahasa, dan kamus khusus diurutkan menurut subjek atau
nomor klasifikasi.
2. Ensiklopedi
dikumpulkan dan diberi tanda khusus Ensiklopedi (E) dikumpulkan dalam suatu
kelompok, kemudian dipisahkan antara Ensiklopedi Umum (EU) diurutkan menurut
abjad Negara, dan Ensiklopedi Khusus (EK) diurutkan menurut subjek atau nomor
klasifikasi.
3. Direktori
dikumpulkan dan diberi tanda khusus Direktori (D) dikumpulkan dalam suatu
kelompok, kemudian diurutkan menurut abjad Negara
4. Buku
Tahunan dikumpulkan dan diberi tanda khusus. Ada tiga macam buku Tahunan yang
lazim kita lihat di Indonesia, yaitu (1) Almanak (A) diurutkan menurut abjad
Negara, (2) Suplemen Ensiklopedi,
dikumpulkan dengan Ensiklopedinya, dan (3) Laporan Tahunan (LT) diurut menurut
lembaga.
5. Buku
pedoman dikumpulkan dan diberi tanda khusus Buku Pedoman (BP) dikelompokkan dan
diurut menurut subjek atau nomor klasifikasi.
6. Sumber
Biografi dikumpulkan dan duberi tanda khusus. Sumber Biografi (SB) dikumpulkan
dan diurut menurut pengarang atau judul, apabila tidak ada pengarangnya.
7. Sumber
Geografi dikumpulkan dandiberi tanda khusus. Sumber Geografi Atlas (SGA), Kamus
Geografi (SGK), Peta (SGP) dikumpulkan dan diurut menurut pengarang atau judul,
apabila tidak ada pengarangnya.
8. Peraturan
Perundangan dikumpulkan dan diberi tanda khusu. Peraturan Pemerintahan (PP),
Undabg-Undang (UU), dan lain-lain, dikumpulkan dan diurut menurut nomor.
9. Kumpulkan
indeks dikumoulkan dan diberi tanda khusus. Indeks (KI) dan abstak (KA) dikumpulkan
dan diurut menurut subjek atau nomor klasifikasi.[2]
Namun
pada Pepustakaan Umum Kota Medan tidak tidak menggunakan system yang dijelaskan
oleh teori diatas. Bahkan tidak ada ruangan khusus pada koleksi referensi
tersebut, dan sebagian dari koleksi
referensi yang ada diletakkkan kedalam Ruangan Anak. Maka dari itu harus adanya
kebijakan yang lebih serius kepada kepala perpustakaan tesebut, agar pelayanan
didalam Perpustakaa Umum Kota Medan berjalan dengan baik.
B.
Proses Layanan Referensi
Pelayanan
referensi adalah kegiatan krja yang berupa pemberian bantuan kepada pemakai
perpustakaan untuk menemukan informasi. Bantuan tersebut berupa jawaban
pertanyaan-pertanyaan dengan menggunakan koleksi referensi, baik yang ada di
perpustakaan sendiri maupun di luar negeri, demikian disampaikan oleh
Soeatminah (1992:152).
Pelayanan
referensi merupakan layanan langsung, kareana ada komunikasi antara petugas dan
penanya. Oleh karena itu, petugas referensi dituntut memiilki kecakapan dan
keterampilan menganalisis pertanyaan, karena kadang-kadang penyampaian
pertanyaannya tidak jelasm sedang petugas referensi diharapkan mampu menjawab
pertanyaan denga cepat, tepat dan benar.
Sebelum mencarikan jawaban pertanyaan,
petugas referensi perlu megetahui penanya dan tujuan bertanya sehingga dapat
mencarikan jawaban yang cocok. Contoh;
pertanyaan tentang klasifikasi.
Apabila
yang bertanya seorang pustakawan, yang dimaksud tentu klasifikasi baru, tapi
apabila yang bertanya serang ahli biologi, yang dimkasud eentunya klasifikasi
tumbuh-tumbuhan atau hewan. Petugas perlu hati-hati, jangan sampai memberikan
jawaban yang keliru.
Dalam
memberikan pelayanan referensi dan informasi, pustakawan harus mengetahui dan
memahami seluk beluk dalam melayani bidang referensi, bahawa diantara pelayanan
yang ada di perpustakaan, pelayanan referensi dan informasi tergolong dalam
pelayanan yang harus memilki skill yang bak dan memadai, karena jawaban
referensi tidak hanya seebatas informasi tapi juga kualits informasinya harus
betul-betul akurat dan dapat dipercaya. Karena itu, petuas referensi perlu
mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
a. Pertanyaan
dan sumber jawaban
Proses
menjawab pertanyaaan diawali dengan mangklasifikasikan pertanyaan, kemudian
baru mencari sumber jawabannya.
b. Blankon
pertanyaan dan jawaban
Pertanyaan
dan jawaban referensi sebaiknya disimpan sebagai arsip yang dapat dimanfaatkan untuk segala keprluan.
C.
Petugas
Pelayanan Referensi
Petugas pelayanan referensi harus mamapu
melayani kebutuhan referensi yang
diperluka oleh pengunana perpustakaan. Soetminah (1992:157) menjelaskan bahwa
syarat minimal yang harus dipenuhi oleh petugas referensi adalah sebgai
berikut:
1. Menguasai
koleksi referensi, yaitu petugas referensi harus menguasau referensi terutama
dan cara menggunakan sumber referensi tersebut untuk menjawab pertanyaan
2. Cakap,
yaitu petugas referensi harus dapat menganalisis pertanyaan-pertanyaaan, karena
terkadang penanya kurang jelas dalam mengajukan pertanyaaan. Apabila pertanyaan
sudah jelas, akan lebih mudah untuk menemukan jawabannya.
3. Bersedia
membantu orang lain, maksudnya pengunjung perpustakaan sering rewel, maka
petugas referensi harus sabar dan berusaha mau menolong mereka dengan senang
hati.
4. Mengusai
teknik-teknik bimbingan, maksudnya petugas referensi yang menguasai
teknik-teknik bimbingan pembaca akan lebih mudah menghadapi segala macam sifat
dan sikap penanaya.
5. Ramah
dan tekun, maksudnya sikap ramah dan tekun dari petugas memberikan nilai
tambahan bagi pelayanan perpustakaan.
6. Disamping
syarat-syarat lain yang berlaku umum bagi seorang petugas pelayanan,
sebagaimana yang telah dijelaskan diawal.[3]
D.
Pra
Pelayanan Referensi
Mengingat
pelayanan referensi memerlukan jawaban yang tepat, teliti da akurat, maka
pustakawan perlu mengetahui kiat-kiat dlam pelayanannya. Untuk itu lebih dulu
perlu diketahui:
1. Mengetahui
setiap jenis koleksi referensi
Koleksi referensi yang hanya memberikan
informasi singkat itu dipersiapkan untuk memberikan jawaban dan penjelasan pada
masalah tertentu. Kamus misalnya hanya akan memberikan jawaban tentang kata
yang meliputi arti, penggunaan, lawan kata bahkan sampai sejarah kata itu
sendiri kadang dicantumkan.
Ensiklopedi akan memberikan jawaban
apabila seseorang mendapatkan kesulitan tentang subjek. Biografi hanya akan
memuat daftar riwayat hidup seseorang atau beberapa orang tokoh, ahli dalam
bidang tertentu atau dari Negara tertentu. Sedangkan almanac akan menampilkan
beberapa peristiwa penting, data dan statistic.
Kedudukan pustakawan disini adalah
memberikan pengarahan kepada pembaca untuk menelusur kesumber atau koleksi yang
lebih tepat.
c. Mengetahui
cara penggunaan koleksi referensi
Ketepatan dan kecepatan penemuan kembali
suatu informasi sangatlah dipengaruhi oleh keterampilan dan pengetahuan
seseorang dalam menggunakan sumber. Sebab setiap jenis koleksi referensi
mempunyai cara penggunaan sendiri-sendiri. Untuk itu perlu diketahui bagaimana
cara buku referensi itu memberikan jawaban/informasi.
1) Jawaban
langsung/direct service
Apabila
seorang peminat ingin mencari topic, masalah yang dierlukan maka daoat
ditemukan langsung pada setiap jenis buku referensi itu sendiri. Artinya tidak
perlu mencari pada sumber yang lain. Jenis ini misalnya kamus, ensiklopedi,
biografi, dan lain-lain.
2) Jawaban
tidak langsung/indirect service
Pembaca
dipersilahkan mencari lebih lanjut kesumber yang ditunjukkan apabila ingin
mendapatkan informasi yang lebih lengkap tentang sesuatu masalah. Sumber ini
hanya memberikan pengarahan atau jawaban sementara. Jenis ini misalnya berupa
indeks, bibliografi, KIM, dan lain-lain.
3) Susunan
alfabetis
Yakni
suatu jenis koleksi referensi yang dalam memberikaninformasi disususn
berdasarka urutan abjad, pembaca akan
lebih mudah dan cepat menemukan kata dalam kamus maupun topic dalam ensiklopedi
apabila mengenal betul tentang tatasusunan abjad latin.
4) Susuna
sistematis
Terdapat
jenis koleksi referensi yang tidak disusun secara sistematis, artinya cara
penyususnan berdasarkan urutan logis dan mudah dikenal. Sebagai contoh adalah:
Indeks Laporan Penelitian Survey. Dalam indeks tersebut dimuat judul-judul
penelitian yang pernah dilakukan pleh lembaga, Departemen maupun perguraun
Tinggi. Nama Perguruan Tinggi tidak disusun masing-masing secara alafabetis,
akan tetapi disusun alfabetis dibawah tajuk Perguraun Tinggi. Sedangkan lembaga-lembaga
dibawah suatu Departemen, disusun alfabetis dibawah tajuk Departemen yang
membawahinya.[4]
Pada
Perpustakaa Umum Kota Medan penyusunan koleksi referesi termasuk kepada susunan
alafabetis, karean disusn berdasarkan urutan logis dan mudah dikenal.
E.
Pengadaan
Koleksi Referensi
Mengingat informasi yang diberikan oleh
sumber referensi ini harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan, maka dalam
pemilihannya harus memperhatikan factor-faktor:
1. Otoritas
Buku
Perlu
diketahui kebuh jauh tentan otoritas pengarang, penyusun buku itu dengan
melihat pada pendidikan, pengalaman, hasil karya mereka serta pemikiran mereka
dala, budang keahliannya. Penerbit buku itu juga harus mempertimbangkan, ssebab
penerbit yang telah memilki nama, akan memilih naskah buku yang berkualitas isi
maupun pengarangnya.
2. Ruang
Lingkup
Bidang
yang dicakup buku itu apakah hanya meliputi bidang tertentu ataukah luas
secukupnya. Bagaimana cara pembahasannya, mudah dipahami ataukah membungungkan.
Begitu pula masalah yang diuraikan dalam buku tersebut apakah sudah kadaluwarsa
atau terbaru/current.
3. Sasaran
Pengguna
Memang
jenis sumber rujuakan ini sebagian besar ditujukan kepada orang dewasa terutama
mereka yang berkecimpung dalam keilmuan. Namun demikian terdapat perbedaan
uraian pada setiap sumber tersebut. Oleh karean itu perlu diperhatikan
pendidikan, latarbelakang dan kemampuan baca calon pengguna.
4. Fisik
Buku
Kerana
koleksi referensi akan banyak peminatnya dan diharapkan dapat digunakan dalam
jangka waktu lebih lama lagi, maka factor fisik buku perlu diperhatikan.
Misalnya sampul harus kuat, begitu pula kertasnya harus harus berkualitas
tinggi. Bentuk huruf, tata wajal/lay out
serta ilustrasinya harus disesuaikan dengan calon pemianat.[5]
F.
Mengenal
Koleksi Referensi
Pada
umumnya setiap bahan pustaka koleksi referensi dapat dibedakan baik menurut
sifat mauoun macam dan isi informasinya
seperti berikut:
1. Menurut
sifat informasi, koleksi referensi terdiri dari
a a) Koleksi
referensi umum, yaitu koleksi referensi yang berisi/menyajikan informasi yang
bersifat umum, ruang lingkupnya tidak terbatas hanya mengenai sunyek-subyek
informasi tertentu atau batas lain yang dapat memberikan kekhususan/sfesifik
informasi.
b) Koleksi
referensi khusus, yaitu koleksi referensi yang berisi informasi khusus mengenai
subyek inforamsi atau pokok bahasan bidang pengetahuan tertentu.
2. Menurut
macam dan isi informasinya, koleksi referensi terdiri dari
a. Almanac
Pada
mulanya almanac adalah penanggalan/kalender dalam setahun. Dalam perkembangan
almanac menjadi suatu buku acuan yang berisi informasi mengenai daftar hari,
minggu, bulan, peristiwa dan hari penting dalam setahun (penanggalan/kalender
dalam setahun), selain itu juga berisi:
1) Catatan
tentang kejadian/peristiwa dan hari-hari penting dalam setahun
2) Peristiwa
astronomis seperti antara lain gerakan benda-benda langit (posisi matahari,
bulan, planet, dan bintang setiap saat baik pada waktu siang maupun waktu malam
sepanjang tahun) yang dapat dijadikan data astronomsi untuk keperluan navigasi
laut
3) Data
meterologi menurut hari, minggu , dan bulan
4) Data
kependudukan, industri, pertanian, statistic
5) Hasil
pemerintahan, sejarah, geografi, dan iklim
6) Karangan
(uraian pengetahuan tertentu) yang perlu diketahui umum
Pada
umumnya akmanak terbit setiap tahun, dibidang navigasi laut (pelayaran) dan
pertanian, almanac sangat sipercaya sebagai petunjuk/pegangan.
b. Buku
Pegangan
Dalam
judul bahasa asing (Inggris), buku peganga sama dengan manual, atau juga handbook. Buku ini merupakan buku acuan
yang berisi:
1) Ikhtisar
pokok bahasa atau subyek tertentu mengenai suatu ilmu pengetahuan yang
digunakan untuk petunjuk dalam penerapan prakteknya atau memberikan pelajaran
(mengajar).
2) Informs
atau petunjuk praktis mengenai suatu jenis pekerjaan/kegiatan cara kerja alat
tertentu.
c. Buku
Tahunan
Dalam juduk bahasa asing (Inggris), buku
tahunan sama dengan yearbook, atau
kadang-kadang “annual”. Buku yang terbit setiap tahun, berisi: informasi,
statistic, atau ikhtisar tentang kejadian-kejadian/peristiwa-peristiwa dalam
tahun sebelumnya baik yang bersifat maupun khusus, yang bersangkutan denga
sejarah/perkembangan suaru kembaga/badan/organisasi/nasional maupun
internasional dan bahkan yang bersangkutan dengan ilmu pengetahuan.
d. Direktori
Direktori
merupakan buku acuan yang berisi daftar nama orang (pejabat)/lembaga/badan/organisasi
dilengkapi dengan alamat, kegiatan, kode, dan data lain-lain, yang disusun
secara sistematis (biasanya secara alfabetis atau urutan kode-kode nomor)
e. Ensiklopedi
Ensiklopedi
meruoakan buku atau sejumlah buku acuan:
1) Karya
universl yang menghimoun uraian tentang berbagai cabang ilmu pengetahuan atau
bidang ilmu pengetahuan tertentu dlam artikel-artikel yang terpisah dan
tersusun secara alfabetis.
2 2) Berisi
penjelasan mengenai setiap cabang ilmy pengetahuan atau berbagai hal dalam artikel artikel
terpisah dan tersusun secara alfabetis.
3) Diakrang
oleh ribuan pakar (ahli ilmu pengetahuan) dari berbagai cabang ilmu
pengetahuan.
f. Kamus
Kamus
merupakan buku acuan yang berisis tentang:
1) Daftar
kata-kata dengan artinya masing masing
2) Daftar
istilah degan artinya fmasing-masing yang disusun secara sistematis (alfabetis)
Kamus
terlengkap terutama kamus bahasa, dilengjaoi dengan pengejaan, pengucapan,
pembagian suku kata, asal kata, dan keterangan-keterangan lain yang terkait.
g . Sumber
Biografi
Sumber
biografi sama dengan biography atau
judul lain yang lebih terkenal adalah “who
is who” atau “who was who”, yand
didalam bahas Indonesia sama dengan “apa dan siapa” atau judul lain “biografi”
atau “tokoh”. Sumber biografi ini merupakan buku acuan yang berisi: informasi
mengenai nama, tanggal lahir (samapi kematian), kualifkasi, kedudukan,
kegiatan, hobi, alamat dan riwayat hidup lainnya dari orang-orang terkenal,
yang disusun secara sistematis (alfabetis).
h. Sumber
Geografi
Merupakan
sumber informasi geografis dalam bentuk buku acuan atau karya penyajian
informasi yang berupa:
1) Kamus
ilmu bumi
2) Buku
petunjuk atau pemandu wisata
3 ) Atlas,
peta/map, globe
4 ) Dan
lain-lain.
i . Bibliografi
Merupakan
buku acaun yang berisi daftar buku dan bahan pustaka lainnya, yang disusun
secara sistematis. Bibliografi tidak menyajikan uraian mengenai subyek-subyek
tertentu tetapi hanya menyajikan bahan-bahan pustaka tanpa menguraikan
subyeknya masing-masing.
j.
Indeks dan Abstrak
Indeks
dapat merupakan daftar kata istilah yang biasanya terdapat pada bagian akhir
dari suatu buku tersusun secara alfabetis, yang memberikan informasi mengenai
halaman dimana terdapat masing-masing kata atau istikah yang terdaftar tesebut.
Juga dapat merupakan buku acuan yang berisi daftar karya tulis yang disusunsecara
alfabetis, yang menunjukkan diaman masing-masing karya tulis tersebut dapat
ditemukan. Karys tulisan tersebut dapat berupa: artikel terbitan berkala,
kutipan-kutipan/bagian-bagian buku teks, tesis, disertasi, laporan penelitian,
terbitan pemerintah, dan pidato. Abstrak merupakan perluasan dari pada indeks
yang berisi ringkasan isi terbatas pada subyek tertentu.[6]
Tidak
semua dari jenis koleksi referensi terdapat didalam Perpustakaan Umum Kota
Medan, hanya beberapa jenis yang diantaranya ensilpoedi, direktori, sumber
biografi dan koleksi yang menjadi top item di perpustakaan ini adalah kamus.
UUD
No 43 Tahun 2007 Tentang Koleksi Perpustakaan pada BAB IV Pasal 12
1.
Koleksi perpustakaan
diseleksi, diolah, disimpan, dilayankan, dan dikembangkan sesuai dengan
kepentingan pemustaka dengan memperhatikan perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi.
2.
Pengembangan koleksi
perpustakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan standar
nasional perpustakaan.
3.
Bahan perpustakaan yang
dilarang berdasarkan peraturan perundang-undangan disimpan sebagai koleksi
khusus Perpustakaan Nasional.
4.
Koleksi khusus
sebagaimana dimaksud pada ayat (3) digunakan secara terbatas.
5.
Ketentuan lebih lanjut
mengenai penyimpanan koleksi khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan
penggunaan secara terbatas sebagaimana dimaksud pada ayat (4) diatur dengan
Peraturan Pemerintah.
BAB III
PEMBAHASAN
A. Deskripsi Hasil
1.
Sejarah perpustakaan kota Medan
Perpustakaan Kota Medan, berdiri
tahun 1972 sesuai dengan Surat Keputusan Walikotamadya Kepala Daerah Kotamadya Medan No. 839/1972
tanggal 27 Desember 1972 tentang mendirikan Pusat Perpustakaan Umum
Kotamadya Medan dengan tujuan dan fungsi sebagai berikut :
a. Mendirikan
Pusat Perpustakaan Umum Daerah Katamadya Medan
b. Tujuan
dan fungsi Pusat Perpustakaan Umum tersebut adalah
1)
Menghimpun bahan-bahan dokumentasi daerah,
terutama bahan-bahan yang dianggap perlu diketahui masyarakat luas, berupa
karya-karya tertulis sehingga dapat dimanfaatkan bagi pembangunan daerah
kotamdya Medan dalam segala bidang, seperti hasil-hasil seminar,
simposium, musda, keputusan-keputusan/peraturan pemerintah daerah,
pidato-pidato dalam upacara resmi, dan lain sebagainya.
2)
Memberikan pelayanan berupa penyediaan
bahan-bahan pendidikan dan bahan lainnya sehingga bermanfaat bagi pembinaan
mental spritual dan pembinaan kewarganegaraan atas landasan dasar negara
Pancasila.
3)
Memberikan pelayanan kepada masyarakat umum,
masyarakat pelajar, mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan akan sumber-sumber
ilmiah dan untuk mengetahui kesulitan sumber pelajaran sesuai dengan kurikulum
Sekolah Dasar samapi Perguruan Tinggi, dalam rangka meningkatkan mutu
pendidikan dan pengajaran di daerah Kotamadya Medan.
4) Menyediakan
tempat, dimana semua lapisan masyarakat dapat mengikuti perkembangan negara dan
dunia dalam segala bidang, dari koran-koran, majalah-majalah dan brosur-brosur,
dan menyediakan bacaan hiburan yang bernilai paedagogis, sehingga bermanfaat
bagi perkembangan jiwa anak-anak dan generasi yang akan datang.
5) Membimbing,
mengawasi serta mengkoordinir perpustakaan-perpustakaan umum yang diadakan
diberbagai pelosok dalam wilayah kotamadya Medan.
Memiliki tugas pokok dan fungsi:
Tugas Pokok dan fungsi
Sesuai dengan Peraturan Walikota Medan No.49 Tahun 2012 tentang Rincian Tugas
Pokok dan Fungsi Kantor Perputakaan Kotan daerah Medan.
Tugas Pokok:
Tugas Pokok Kantor
Perpustakaan Kota Medan adalah melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan
kebijakan urusan pemerintahan daerah di bidang Perpustakaan.
Fungsi:
a.
Perumusan kebijakan
teknis di bidang perpustakaan
b.
Pemberian dukungan atas
penyelanggaraan pemerintahan daerah di bidang perpustakaan
c.
Pembinaan dan
Pelaksanaan tugas di bidang perpustakaan
d.
Pelaksanaan tugas lain
yang diberikan oleh walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya.
2.
Visi dan Misi perpustakaan kota Medan
1.
Visi
perpustakaan kota Medan
“Mewujudkan
Perpustakaan yang handal dalam rangka membentuk Masyarakat Kota Medan yang
memiliki budaya baca dan cinta Buku”.
2. Misi perpustakaan kota Medan
a. Meningkatkan kuliatas dan kuantitas Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan
Khusus dan Perpustakaan Masyarakat
b.
Mewujudkan masyarakat
yang gemar membaca dan mencintai buku
c.
Meningkatkan
partisipasi masyarakat terhadap keberadaan Perpustakaan.
3. Struktur organisasi
perpustakaan kota Medan
4.
Jumlah koleksi yang ada diperpustakaan kota Medan
Perpustakaan Umum Kota Medan merupakan salah
satu perpustakaan yang memiliki koleksi-koleksi yang kurang up to date dan
koleksinya tidak begitu banyak, walaupun perpustakaan ini diperuntukkan untuk
semua jenis usia dan terbuka untuk umum dan Pengunjung lainnya. Adapun jumlah
koleksi bahan pustaka buku yang dimiliki Perpustakaan Umum Kota Medan
keseluruhan terdiri dari 90.000 judul
diantaranya 70.000 koleksi standar dan 20.000 koleksi referensi. Perpustakaan
Umum Kota Medan hanya menyediakan bahan pustaka tercetak dan online, tidak ada
bahan pustaka yang berbentuk rekaman seperti kaset dan lain-lain. Sedangkan
surat kabar yang dilanggan oleh Perpustakaan Umum Kota Medan adalah Harian
Analisa dan Harian Waspada.
5.
Koleksi yang dimiliki Perpustakaan Umum Kota Medan
Koleksi yang dimiliki perpustakaan kota Medan sebenarnya sama saja
dengan koleksi yang dimiliki perpustakaan lainnya. Koleksi tersebut antara lain
koleksi umum dan koleksi referensi yang menjadi sumber rujukan umum.
Sumber rujukan umum merupakan buku yang didesain untuk dikonsultasi
atau diacu untuk mencari informasi khusus yang di desain bukan untuk dibaca
keseluruhan melainkan dibaca seperlunya saja. Yang termasuk buku rujukan ialah katalog,
bibliografi, indeks, abstrak, kamus, ensiklopedi, buku pedoman manual dan buku
pegangan, sumber biografi, sumber
geografo, direktori atau buku petunjuk, statistik, buku tahunan, terbitan
pemerintah dan terbitan badan internasional.
Perpustakaan kota Medan sebagai perpustakaan umum memiliki koleksi
referensi yang memiliki keunggulan atau koleksi terbanyak dibagian kamus. Terbukti
dengan banyaknya koleksi kamus yang ditemui oleh peneliti di perpustakaan
tersebut.
Kamus berisi daftar pustaka yang berisi daftar kata dasar dari
suatu bahasa yang disusun menurut abjad. Kamus yang baik disertai dengan
keterangan mengenai bentuk, tanda, lafal, fungsi, asal-usul/sejarah, arti,
disertai sinonim, antonim, sintaksis, dan ungkapan, tiap kata. Kamus dapat
dibagi menjadi jenis-jenis sebagai kamus bahasa, kamus khusus dan kamus biografi. Dari data yang
didapat oleh peneliti koleksi kamus yang ada di perpustakaan kota Medan adalah
1.
Kamus
bahasa
Kamus bahasa nasional artinya bahasa sebuah negara atau bahasa yang
digunakan diberbagai negara. Bahasa ini biasa disebut bahasa pergaulan seperti
bahasa inggris dan bahasa indonesia. Berikut gambar contoh kamus bahasa
indonesia.
2.
Koleksi
sumber geografi
Sumber
rujukan ini merupakan sumber yang dirancang khusus untuk informasi geografis.
Termasuk dalam sumber geografis ialah gazetir, buku perjalanan, atlas, peta,
dan globe (bola dunia). Gazetir merupakan kamus geografis mengenai
tempat-tempat disusun menurut abjad. Sumber
ini juga menjadi salah satu bahan pustaka yang dimiliki perpusatakaan kota
Medan.
3.
Koleksi
ensiklopedia
Ensiklopedia (ejaan tidak baku: ensiklopedi) adalah sejumlah tulisan yang berisi penjelasan yang
menyimpan informasi secara komprehensif dan cepat dipahami serta dimengerti
mengenai keseluruhan cabang ilmu pengetahuan
atau khusus dalam satu cabang ilmu pengetahuan tertentu yang tersusun dalam
bagian artikel-artikel dengan satu topik bahasan pada tiap-tiap artikel yang
disusun berdasarkan abjad, kategori atau volume terbitan dan pada umumnya
tercetak dalam bentuk rangkaian buku yang tergantung pada jumlah bahan
yang disertakan.
Ensiklopedia adalah buku atau serangkaian buku yang menghimpun
keterangan atau uraian tentang berbagai hal di bidang seni dan ilmu pengetahuan
yang disusun menurut abjad atau menurut lingkungan ilmu. (Kamus Besar Bahasa
Indonesia)
4. Koleksi Agama
Koleksi agama merupakan koleksi bahan
pustaka yang memuat informasi tentang agama yang mana didalam koleksi tesebut
memuat buku-buku dari beberaa agama.
3.
Koleksi
yang ada di ruang anak
Koleksi
yang ada di ruang anak tentulah koleksi yang disesuaikan dengan umur (yang
termasuk anak-anak). Diantara koleksi tersebut seperti: majalah bobo. Namun
sayang sekali diruang anak masih
bercampur dengan koleksi yang bukan termasuk koleksi anakseperti indeks dan
kamus inggris, indonesia dan lain-lain. Meskipun sebenarnya dengan perkembangan
zaman anak-anak pun sudah sering dan mulai dikenalkan dengan kamus, namun kamus
yang dimaksud tentulah kamus-kamus yang bergambar tentunya dengan warna yang
menarik.
6.
Surat kabar yang dilanggan oleh Perpustakaan Umum Kota Medan
1. Harian Analisa
2. Harian Waspada
Koleksi e-book berdasarkan aplikasi iMedan
1.
Agama dan
spiritual
2.
Agama islam
3.
Alam dan
lingkungan
4.
Anak
5.
Arsitektur
6.
Bahasa
7.
Bahasa asing
8.
Biografi dan
otobiografi
9.
Bisnis dan
ekonomi
10.
BSE guru
11.
BSE siswa
12.
Budaya
13.
Fiksi
14.
Fiksi remaja
15.
Filsafat
16.
Fotografi
17.
Gaya hidup dan
hiburan
18.
Hewan
19.
Hukum dan
politik
20.
Ilmu
pengetahuan dan budaya
21.
Kedokteran dan
medis
22.
Keluarga
23.
Kerajinan dan
hobi
24.
Kesehatan dan
obat-obatan
25.
Komik
26.
Komputer dan
internet
27.
Kritik sastra
28.
Matematika
29.
Memasak
30.
Motivasi dan
inspirasi
31.
Musik
32.
Non fiksi
33.
Olahraga dan
rekreasi
34.
Pendidikan
35.
Perjalanan
36.
Pertolongan
studi
37.
Psikologi
38.
Puisi
39.
Referensi
40.
Rumah
41.
Sains dan
teknologi
42.
Sastra dan
budaya
43.
Sastra koleksi
44.
Sejarah
45.
Self-help
46.
Seni dan budaya
47.
Seni, hiburan
dan pertunjukan
48.
Sosial politik
49.
Tubuh, pikiran
dan semangat
Selain menyediakan bahan pustaka yang tercetak perpustakaan kota
Medan juga menyediakan koleksi berbasis elektronik (e-book) melalui
aplikasi yang bernama iMedan.
Adapun langkah-langkah agar aplikasi iMedan dapat dijalankan maka
perngguna harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu yaitu sebagai berikut:
1.
Bukalah aplikasi
playstore lalu ketik iMedan pada icon search kemudian download aplikasi
tersebut.
2.
Setelah
aplikasi terdownlad klik log in dengan memasukkan email atau facebook.
3.
Setelah log in
berhasil maka pengguna dapat mencari atau menemukan bahan pustaka yang
diinginkan.
7.
Cara pembuatan kartu anggota Perpustakaan Kota Medan
Cara
mendaftarkan diri sebagai anggota di Perpustakaan Umum Kota Medan ada dua cara,
yaitu dengan cara online dan langsung. Alamat yang digunakan untuk mendaftar di
perpustakaan tersebut melalui http://perpustakaan.pemkoMedan.go.id kemudian klik
catalog publik dan pilih menu pendaftaran anggota untuk mengisi formulir
anggota yang sesuai dengan KTP atau kartu tanda pelajar dan identitas lainnya
dengan memasang pas foto. Setelah selesai daftar melalui online tersebut. Maka
pengguna bisa datang langsung untuk mengambil kartu anggota dengan membawa pas
foto sebagai pertinggal.
Sementara
pendaftaran langsung juga tidak butuh waktu lama untuk mengurus kartu anggota
Perpustakaan Umum Kota Medan karena hanya 2 menit kartu anggota sudah selesai.
Kita hanya mengisi formulir anggota yang diberikan oleh pustakawan tersebut.
Keuntungan bagi
warga yang menjadi anggota Perpustakaan Umum Kota Medan yaitu bisa melakukan
pemesanan melalui online dengan situs yang sama melalui http://perpustakaan.pemkoMedan.go.id.
8. Syarat-syarat untuk meminjam bahan pustaka di
Perpustakaan Umum Kota Medan
Adapun
syarat-syarat untuk meminjam bahan pustaka di Perpustakaan Umum Kota Medan
yaitu:
a)
Peminjaman buku tidak dapat diwakilkan
b)
Maksimal buku yang dipinjam sebanyak 3 (tiga)
eksamplar
c)
Jangka waktu peminjaman selama 14 hari dan
dapat diperpanjang hanya satu kali selama 14 hari
d)
Keterlambatan pengembalian buku akan dikenakan
sanksi peringatan satu, dua, tiga, dan jika tidak diindahkan maka kartu anggota
akan ditarik oleh pihak perpustakaan.
e)
Bersedia menganti buku yang hilang/rusak
ditambah biaya pengolahan buku.
9.
Pencarian koleksi menggunakan OPAC (Online Public Access
Catalogue)
OPAC (
Online Public Acces Catalogue ) merupakan catalog online yang berfungsi untuk
mencari bahan pustakan sebelum
langsung melihat koleksi atau informasi yang mereka inginkan agar sistem temu
balik informasi sesuai dengan kebutuhan pengguna. Sistem temu balik informasi
menurut Ingwerson (1992: 49) merupakan proses yang berhubungan dengan
representasi, penyimpanan, pencarian dengan pemanggilan informasi yang relevan
dengan kebutuhan informasi yang diinginkan pengguna.
10. Fasilitas
yang dimiliki perpustakaan kota Medan
a.
Ruang Anak-Anak
Dalam perpustakaan kota Medan ini juga terdapat
ruang untuk anak-anak. Didalam ruangan ini terdapat buku-buku tentang anak-anak
dan juga game. Dan di dalam ruangan ini anak – anak juga dapat bermain sambil
belajar karna ruangan ini juga mempunyai dekorasi yang lucu sehingga anak-anak
dapat belajar membaca dengan nyaman dan tidak mudah bosan. Ini juga salah satu
sarana untuk mengajarkan dan memperkenalkan buku-buku kepada generasi muda
terkhusus anak-anak. Jadi, dari sejak dini anak-anak harus diperkenalkan kepada
buku-buku agar dapat menumbuhkan minat baca anak itu sendiri
b.
Area komputer dan internet
Perpustakaan kota Medan ini juga menyediakan
fasilitas komputer beserta jaringan internet. Fasilitas ini adalah fasilitas
yang paling favorit. Karna dapat digunakan secara umum dan jangka waktu yang
tidak ditentukan. Dengan menggunakan fasilitas ini pengguna dapat mencari apa
saja tanpa ada website/situs atau prgram aplikasi yang dibatasi. Pengguna juga
bisa membuka situs facebook dalam fasilitas yang tersedia ini. Dan tentunya
semua fasilitas yang disediakan diberikan secara gratis (free)
c.
Cafe Darma Wanita
Uniknya dalam perpustakaan kota Medan ini
adalah didalam perpustakaan terdapat cafe. Jadi pengunjung juga dapat bersantai
sambil menikmati minuman yang disediakan dalam cafe tersebut. Dengan adanya
cafe ini akan membuat pengunjung merasa lebih nyaman karna dapat lebih
bersantai. Karna manfaat dari perpustakaan itu sendiri adalah sebagai sarana
rekreasi.
11. Wawancara Dengan Pengguna Perpustakaan Kota Medan
Wawancara ini
dilakukan untuk mengetahui sejauh mana manfaat perpustakaan kota Medan bagi
pengunjung perpustakaan ini. Wawancara dilakukan untuk mengetahui pendapat
pengguna tentang perpustakaan kota Medan. Pengunjung perpustakaan kota Medan
memang cukup ramai. Pengunjung sangat beragam mulai dari kalangan pelajar,
mahasiswa hingga umum (termasuk mereka yang berprofesi sebgai PNS, guru dan
bahkan petani).
12. Kelebihan dan Kekuragan
Perpustakaan Umum Kota Medan
Kelebihan
1.
Mempermudah
setiap pelayanan termasuk pembuatan kartu anggota dan peminjaman koleksi.
2.
Lokasi
yang strategis.
3.
Penyediaan
fasilitas komputer dan internet menunjukkan bahwa perpustakaan mengikuti
perkembanga zaman dan mengetahui salah satu faktor yang dapat menarik perhatian
pengunjung untuk datang ke perpustakaan.
4.
Perpustakaan
kota Medan menyediakan ruang baca anak yang di dalamnya menyediakan tempat
bermain sambil belajar, yang mana hal ini sejalan dengan salah satu fungsi
perpustakaan yaitu perpustakaan sebagai tempat rekreasi.
5.
Penyediaan
aplikasi iMedan mempermudah pengguna dalam menemukan e-book yang
disediakan perpustakaan kota Medan.
Kelemahan
1.
Tidak
menjamin keamanan barang atau tas pengunjung perpustakaan karena pustakawan
sebagai pengelola perpustakaan tidak menyediakan loker yang baik.
2.
Penataan
koleksi yang masih belum sesuai dengan prosedur karena di sini peneliti
menemukan beberapa koleksi yang seharusnya tidak ada di koleksi anak akan
tetapi diletakkan di ruang koleksi anak.
3.
Penempatan
koleksi referensi yang kurang rapih.
B.
Nilai Sosial, Budaya, dan
Ekonomi Hasil
Nilai social yang dapat diambil dari
perpustakaan kota medan yaitu membantu masyarakat dalam melakukan interaksi
untuk menemukan informasi yang dia butuhkan dan perpustakaan juga menyediakan
bahan-bahan pustaka yang berkenaan tentang social di masyarakat. Dengan berbagai macamnya sifat atau karkter
seseorang dan budaya yang mereka miliki, maka disinilah terlihat bahwa peran
perpustakaan sangat membantu dalam meningkatkan budaya minat baca masyarakat
sehingga menciptakan masyarakat yang cerdas, gemar dan cinta akan membaca. Dengan
adanya layanan referensi anak dan bermain anak secara langsung menanamkan budaya
membaca kepada anak sejak dini dan mengenalkan perpustakaan kepada anak. Dan perpustakaan
kota medan juga menyediakan fasilitas
wifi yang menjadi salah satu layanan yang paling digemari perpustakaan
tersebut, membantu pengguna mendapatkan informasi dari internet dan memudahkan
dalam penemuannya dengan koneksi yang baik tanpa harus membeli kuota sendiri,
hal tersebut termasuk kemudahan perpustakaan dari segi ekonomi.
C.
Manfaat Terhadap
Pembangunan
Dengan adanya Perpustakaan
Umum Kota Medan membantu pembangunan pendidikan di Kota medan dan masyarakat
umum dalam menemukan informasi, karena Perpustakaan Umum Kota Medan menyediakan
koleksi yang dibutuhkan semua kalangan masyarakat dari anak-anak hingga dewasa,
dan tujuan serta dibentuknya Perpustakaan Umum Kota Medan yaitu membimbing,
mengawasi serta mengkordinir perpustakaan-perpustakaan umum yang diadakan
diberbagai pelosok dalam wilayah kota Medan.
BAB IV
Penutup
A.
Kesimpulan
1 1. Perpustakaan kota Medan didirikan pada tahun berdiri tahun 1972 sesuai dengan Surat Keputusan Walikotamadya Kepala Daerah Kotamadya Medan No. 839/1972
tanggal 27 Desember 1972 tentang mendirikan Pusat Perpustakaan Umum
Kotamadya Medan.
2. Perpustakaan kota Medan didirikan pada tahun berdiri tahun 1972 sesuai dengan Surat Keputusan Walikotamadya Kepala Daerah Kotamadya Medan No. 839/1972
tanggal 27 Desember 1972 tentang mendirikan Pusat Perpustakaan Umum
Kotamadya Medan.
3. Perpustakaan
kota Medan keseluruhan terdiri dari 90.000 judul diantaranya 70.000 koleksi
standar dan 20.000 koleksi referensi.
4. Fasilitas yang disediakan oleh perpustakaan kota Medan yaitu
ruang baca anak dan area komputer dan internet dan cafe Darma Wanita
5. Peminjaman koleksi di perpustakaan kota Medan sedikit berbeda
dari peprustakaan lainnya yaitu boleh meminjam maksimal 3 buku dan hanya dapat
diperpanjang satu kali 14 hari.
6. Yang dapat mendaftar menjadi anggota perpustakaan kota Medan
hanyalah mereka yang berdomisili di Medan atau berKTPkan Medan.
7. Pendaftaran sebagai anggota perpustakaan kota Medan dapat
dilakukan secara online dan juga manual.
8. Sebagai anggota perpustakaan maka setiap anggota dapat
meminjam bahan pustaka melalui internet (tanpa harus datang lansung ke
perpustakaan).
9. Perpustakaan kota medan memiliki aplikasi iMedan untuk
melihat koleksi buku digital (e-book)
1
2. Saran
1.
Hendaknya pustakawan di perpustakaan kota Medan dapat
menjamin keamanan barang atau tas pengguna dengan menyediakan loker yang
menjamin keamanannya, bukan hanya menyediakan loker namun tidak ada memiliki
fungsi yang seharusnya.
2.
Hendaknya penempatan koleksi harus di sesuaikan koleksi
referensi tidak seharusnya terdapat di koleksi
anak.
[1]Prastowo Andi, Manajemen Perpustakaan Sekolah Profesional.
Jogjakarta: DIVA Press, 2010. Hal: 262-264
[2] Saifullah, Manajemen Pelayanan Perpustakaan. Bandung: Citapustakan Media
Perintis , 2006. Hal: 87-88
[3] Ibid, hal: 91-96
[4] Hs Lasa, Jenis-jenis
Pelayanan Informasi Perpustakaan.
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1992.hal: 35-37
[5] Ibid, hal:38
[6] Sumardji, Pelayanan Referensi Perpustakaan. Yogyakarta: Penerbit Kasinius,
1992. Hal:28-47
DAFTAR PUSTAKA
Prastowo Andi, Manajemen Perpustakaan Sekolah Profesional.
Jogjakarta: DIVA Press, 2010.
Saifullah, Manajemen Pelayanan Perpustakaan.
Bandung: Citapustakan Media Perintis, 2006.
Hs Lasa, Jenis-jenis
Pelayanan Informasi Perpustakaan.
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1992.
Sumardji, Pelayanan Referensi Perpustakaan.
Yogyakarta: Penerbit Kasinius, 1992.
UUD No. 43 Tahun 2007
LAMPIRAN
1.
Transkip hasil wawancara
Penyusun mewawancarai beberapa pengunjung perpustakaan kota Medan.
Penanya :
selamat siang kak, maaf mengganggu waktunya sebentar. Kami ingin bertanya
beberapa hal kepada kakak. Bisakah kami menanyakan beberapa hal tersebut?
Pengunjung
: selamat siang kak, ia boleh. Silahkan
Penanya
: sebelumnya nama kakak siapa ya?
Pengunjung :
nama saya Desi Risnawati Tambunan
Penanya :
kakak sekolah dimana?
Pengunjung :
saya mahasiswa jurusan ilmu komunikasi UINSU
Penanya :
tujuan kakak datang ke perpustakaan kota Medan ini untuk apa kak?
Pengunjung :
saya datang ke perpustakaan ini untuk mencari buku tentang perhotelan
untuk adik saya yang kebetulan sekolah di SMK perhotelan.
Penanya : menurut kakak bagaimana pendapat
kakak mengenai perpustakaankota Medan ini?
Pengunjung : menurut saya disini bukunya banyak, kak.
Lumayan lengkaplah kalau ada tugas-tugas sering kemari.
Penanya : baiklah. Sekian pertanyaan dari
kami kak. Terimakasih atas waktu dan jawabannya.
Selamat siang.
Pengunjung :
terimakasih kembali kak. Siang.
Penyusun juga
mewawancarai mahasiswa dari Universitas Sumatera Utara (USU), yang juga datang
ke perpustakaan ini karena alasan yang sama. “Novel-novelnya disini lebih
banyak dibanding Perpustakaan USU,” Laila Halwi, mahasiswi jurusan Sastra
Indonesia USU.
2.
Foto Perpustakaan Umum Kota Medan
Gambar 1:
Perpustakaan Umum Kota Medan
Gambar 2 : Foto
bersama dengan pustakawan
Gambar 3 :
ruangan koleksi referensi layanan anak
Gambar 4 :
Beberapa contoh kamus yang ada di ruangan referensi
Gambar 5 :
beberapa koleksi yang ada diruangan referensi
Gambar 6:
Koleksi anak
Gambar 7: Koleksi majalah
Gambar 8: Koran yang dilanggan perpustakaan
Umum Kota Medan
Gambar 9: OPAC Perpustakaan Umum Kota Medan
Gambar 11: Ruang Digital gambar
12: Café Perpustakaan Umum Kota Medan
Gambar 13: Suasana Perpustakaan Kota Medan
Gambar 16: Layanan Sirkulasi Gambar
17: Loker
Komentar
Posting Komentar